TCP/IP


Penamaan pada IP

Penamaan dalam herarki

penamaan-ip.bmp (28286 bytes)

Penamaan disimpan dan dikelola secara herarkis oleh server domain name (DNS). DNS pusat (yaitu root) mendelegasikan subdomain ke pengelola subdomain di bawahnya. Demikian seterusnya.

Untuk menghubungi sebuah nama (pemakai atau host), aplikasi secara transparan melakukan penterjemahan ke dalam alamat host tujuan atau relayernya.

Utilitas untuk penelusuran domain: nslookup dan dig.

Latihan dengan nslookup.

# nslookup
server student.unpar.ac.id
> www.unpar.ac.id
167.205.206.59
> asal.saja.unpar.ac.id
not found
> 167.205.206.56
ns1.unpar.ac.id
> set type = soa (mencari start of authority)
> .
bla
> server bla
> id
bla ..
> server ac.id
bla
> set type=mx (mencari mail-exchange)
> unpar.ac.id
bla ..

Daftar DNS yang digunakan oleh UNIX disimpan di /etc/resolv.conf.

Masing-masing host biasanya menyimpan tabel (nama,ip) secara lokal pada file /etc/hosts (C:\WINDOWS\HOSTS; jika tidak ada lihat contohnya di C:\WINDOWS\HOSTS.SAM). Tabel ini diperlukan apabila ada kesulitan hubungan dengan DNS server. Prioritas penggunaan dapat dilihat di /etc/host.conf.

Pengalamatan jaringan TCP/IP

Format alamat 32 bit (4 oktet; oktet adalah sistem bilangan 8 biner). Kepemilikan alamat IP dicatat oleh Network Information Center (NIC)

Pada IPng, pengalamatan menggunakan 128-bit.

Pembagian alamat dalam Kelas

  1. 0 s/d 127 (WAN?)
  2. 128 s/d 181  (MAN?)
  3. 192 s/d 223 (LAN?)
  4. 224 s/d 239 (Multicast)
  5. Experimental/extended : 240 s/d 255

Alamat khusus

Subnet address. Address terdiri atas network-subnet-host

Contoh:

Kelas A B C D E
Identifikasi jaringan 5.0.0.0 167.205.0.0 192.168.2.0 224.0.0.9 241.23.5.2
Netmask 255.0.0.0 255.255.0.0 255.255.255.0    
Broadcast 5.255.255.255 167.205.255.255 192.168.2.255 224.0.0.9  

Pengelompokan kelas tersebut tidak efisien, banyak alamat yang tidak digunakan dan sulit mengendalikan jaringan kelas tinggi. Dalam praktek sebuah jaringan kelas apa pun dibagi lagi ke dalam sub-jaringan yang lebih kecil.

Contoh:

Utilitas: ifconfig

myHost# ifconfig ec0
ec0: flags=807<UP,BROADCAST,DEBUG,ARP>
inet 192.168.2.5 netmask fffff00 broadcast 192.168.2.255
myHost# ifconfig lo0
lo0: flags=49<UP,LOOPBACK,RUNNING>
inet 127.0.0.1 netmask ff000000
myHost# ifconfig -a
---tampilkan semua interface dan settingnya

Program ifconfig digunakan untuk:

Alamat Fisik atau Hardware (Physical/Hardware Address)

Alamat fisik ini terdapat pada setiap perangkat keras yang digunakan untuk berkomunikasi. Penentuan alamat bisa diberikan oleh pabrik pembuatnya dan ada dalam komponen yang tidak bisa dirubah oleh pemakai atau berupa switch yang harus dikonfigurasi secara fisik atau software.

Panjang alamat tergantung pada sistem perangkat yang digunakan. Untuk ethernet, IEEE menyarankan identifikasi organization unique identifier (OUI) yang terdiri atas 24 bits dan 24 bit ditentukan organisasi pembuatnya. Keseluruhan 48 bit alamat ini disebut sebagai alamat Media Access Control (MAC). Beberapa masyarakat menyebutkan sebagai alamat Network Interface Card (NIC).

Utilitas: arp

# arp -a

Header IP

ip-header.gif (3754 bytes)

Version (4 bit) yang resmi digunakan adalah versi 4. Sedang diujicoba untuk versi 6 (IPv6, IP Next Generation = IPng). Dengan mengetahui versinya dapat ditentukan field header berikutnya.

Length (4 bit) menentukan panjang

Routing

Definisi:

Apabila alamat yang dihubungi bukan pada mesin lokal, message diteruskan ke mesin lain.

Apabila alamat IP yang dihubungi tidak berada dalam network yang sama (diketahui dari alamat network dan netmask), layer IP menentukan gateway yang harus digunakan untuk mencapai tujuan. Gateway menerima pesan dan dapat meneruskan (me-route) atau menolak.

ip-gateway-02tyt03.gif (3933 bytes)

Utilitas:

route

Daftar network ada di /etc/network

Daftar gateway ada di /etc/gateway

Berbagai status jaringan dapat diperiksa dengan utilitas netstat.

netstat -r menampilkan daftar gateway.

Distributed Adaptivee Routing:

GATED (Gateway Daemon)


Bidang Studi Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Parahyangan, 1999.