Majalah Intern
Alumni Teknik Sipil Unpar
No. 5 Tahun III - 99, Januari 1999
Warta
Alumni

Pengantar
Seputar Unpar
Berita Keluarga
AD / ART IATS
Reuni 1998
Dari Alumni

Pengantar

Rekan-rekan alumni,
Kita telah melewati masa-masa sulit dalam pembentukan kepengurusan baru IATS setelah berhasil menyelesaikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang baru. Meskipun tidak seluruh anggota alumni dapat menghadiri acara Musyawarah Besar yang dilangsungkan bulan Juli yang lalu, namun demikian hampir seluruh lapisan angkatan terwakili dan dapat mencapai kesepakatan dan musyawarah.

Kita ikut merasa prihatin dengan kondisi negara yang belum mencapai titik-titik temu untuk kesepakatan dalam menyongsong masa depan. Hal ini ditandai oleh gejolak masyarakat yang belum pudar. Sebagai sesama alumni, hendaknya kita dapat mempersatukan pandangan dan pendapat agar kehidupan profesi kita tetap terpelihara sehingga kita semua dapat menyumbangkan karya sebagaimana janji yang pernah diucapkan saat kita hadir dalam acara wisuda.

Sebagaimana halnya para mahasiswa dan para pemimpin non formal, kami mengharapkan kita semua juga dapat menjadi suatu kekuatan moral, setidak-tidaknya dalam lingkup almamater dan masyarakat di sekitar kita. Untuk mana kami mendukung gerakan-gerakan moral demi persatuan bangsa.

Kami sangat berterimakasih kepada seluruh jajaran Panitia Reuni ’98, mahasiswa, para pengurus, dan civitas akademika atas prakarsa, bantuan, dukungan moril maupun materiil sehingga IATS dapat merupakan perekat bagi persatuan kita bersama dengan almamater.

Dalam perjalanan menuju kemajuan yang dicita-citakan bersama, kita masih membutuhkan uluran tangan dan kesungguhan rekan-rekan alumni agar IATS tetap berjaya.

Ketua IATS

Ir. Danau Limboro

Seputar Unpar
Tiga Hari Keluarga Unpar

Tradisi Pelaksanaan Malam Keluarga Unpar yang diadakan oleh Senat Mahasiswa Unpar pada tanggal 14 - 17 Juli 1998 kali ini agak lain biasanya. Konsep dan tema sentral dari kegiatan yang melibatkan kurang lebih 200 panitia dan sukarelawan ini adalah berupa pelayanan mahasiswa terhadap masyarakat dan mahasiswa.

Salah satu rangkaian dari kegiatan tersebut adalah pelayanan kesehatan secara cuma-cuma yang diadakan pada tanggal 15 Juli 1998 atas kerja sama dengan RS. St. Borromeus, RS. St. Yusuf, RS. Advent, serta Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia.

Kegiatan lainnya adalah bazar murah, bursa murah baju bekas, pasar murah sembako dan pembagian obat gratis.

Acara penutup dari kegiatan "Tiga Hari Keluarga Unpar" ini, ialah Malam Keluarga Unpar dengan menampilkan Katon Bagaskara sebagai bintang tamu. (Warta Unpar).

Koperasi Dampingan LPKM Memperoleh Status Badan Hukum

Pada akhir bulan Agustus 1998 Bina Mitra Warga (BMW) salah satu koperasi dampingan LPKM Unpar memperoleh status Badan Hukum dari Kantor Dinas Koperasi Kodya Bandung. Koperasi BMW yang kini memiliki anggota lebih dari 250 orang dan sebagian besar anggotanya berprofesi sebagai pedangan kecil di Pasar Kosambi.

Sejak berdirinya Koperasi BMW pada bulan Maret 1997 telah mampu memberikan kredit usaha kecil kepada sekitar 200 anggotanya dengan jumlah kredit lebih dari 300 juta rupiah.

Koperasi BMW ini merupakan koperasi yang kedua dalam memperoleh badan hukum. Sebelumnya Koperasi Pondok Pesantren Nurul Alam, Sukabumi, dan pada saat ini sedang diadakan pula penjajakan bagi tiga koperasi dampingan LPKM Unpar lain.

Selain membantu dalam hal perolehan Badan Hukum, LPKM Unpar pada tahun lalu juga ikut membantu dalam pengurusan ijin kesehatan dari Depkes Kodya Bandung untuk salah seorang anggota dari Koperasi BMW, yang memiliki usaha pembuatan roti. (Warta Unpar).

Pertemuan RADIUS di Unpar

Pada tanggal 12 Agustus 1998, Unpar menjadi tuan rumah dalam Pertemuan Radius (Risk Assessment Tools for Diagnostics Urban Seismic Areas) yang merupakan kerjasama dari Pemerintah Daerah Kotamadya Bandung dan Badan PBB International Decade for Natural Disaster Reduction. Tujuan pertemuan ini adalah mempersiapkan scenario workshop untuk pertemuan di Bappeda.

Proyek Radius diketuai oleh Ir. H. Ahmad Sabur, MM., Ketua Bappeda Kotamadya Bandung. Steering Committe adalah Dr. Khrisna Pribadi (ITB) dan Dra. Kamalia Perbarui, MSP (Bappeda), sedangkan anggota Local Advisory Board adalah Dr. Ir. Paulus P. Rahardjo, MSCE. (Unpar), Mr. Yasukazu Takabashi (saat ini diperbantukan di Puslitbang Pemukiman) dan Bp. Kusnadi (Mawil Hansip Kotamadya Bandung).

Sunatan Massal

LPKM Unpar bekerja sama dengan RS. St. Borromeus, Koperasi Bina Mitra Warga dan didukung oleh Kopmaba pada tanggal 16 Agustus 1998 menyelenggarakan sunatan massal untuk anak-anak para anggota koperasi dampingan LPKM Unpar sebanyak 12 orang yang berasal dari Kelurahan Kebon Pisang, Dago, dan Hegarmanah. Kegiatan ini diselenggarakan di RS. St. Borromeus dalam rangka menyambut kemerdekaan RI yang ke-53.

Sunatan massal ini dimaksudkan untuk membantu para anggota yang kurang mampu juga sebagai upaya LPKM Unpar untuk memperkenalkan poliklinik Bina Mitra Warga yang berada di pemukiman penduduk Kebon Pisang. (Warta Unpar).

Pertukaran Mahasiswa Flinders

Dalam rangka realisasi kerjasama dengan Universitas Katolik Parahyangan, pada semester ganjil 1998/1999 ini, untuk keempat kalinya Flinders University, Australia kembali mengirimkan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan akademik di FISIP dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris.

Mahasiswa yang ikut serta kali ini adalah Lidia Szlezak, Tamara Evans, Dwi Chandra, Andrew Fraser, Ben Harrison, dan Razali Ramli. Mereka telah mengikuti kegiatan perkuliahan sejak tanggal 18 Agustus 1998. (Warta Unpar).

Unpar Memperoleh Peringkat A

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada tanggal 19 Agustus 1998 mengumumkan hasil akreditasi terhadap program Sarjana (S1) tahap I 1996/1997. 9 program studi di Unpar mendapatkan peringkat A, sehingga Unpar berada di peringkat 7 dari 19 PTN/PTS terbaik, dan merupakan peringkat 1 untuk PTS.

Kesembilan program studi tersebut adalah : Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi, Ilmu Hukum, Ilmu Administrasi Niaga, Ilmu Hubungan Internasional, Teknik Sipil dan Arsitektur.

Di samping memperoleh peringkat A, kesembilan program studi tersebut juga berwenang membina program studi yang sejenis sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Status mandiri ini berjangka waktu 5 (lima) tahun. (Warta Unpar).

Wisuda I 1998 / 1999

Pada hari Sabtu, 29 Agustus 1998, Universitas Katolik Parahyangan menyelenggarakan Upacara Wisuda I 1998/1999 dan melepas 838 lulusan dari Program Diploma III, Strata I dan Program Magister untuk diabdikan kepada masyarakat.

Dari seluruh wisudawan tersebut, terdapat 110 Sarjana Teknik Sipil, 1 orang Diploma III Teknik Sipil, dan 3 orang Magister Teknik Sipil.

3 Lulusan Terbaru Magister Teknik Sipil

Program Pascasarjana Magister Teknik Sipil Unpar kembali meluluskan 3 orang Magister Teknik Sipil dari bidang kajian Geoteknik, yaitu

El Fie Salim adalah staf pengajar tidak tetap di Jurusan Sipil yang memberikan asistensi khusus di bidang geoteknik. Saat ini ia melanjutkan penelitiannya di NTU (Nanyang Technological University), Singapura.

Maria Wahyuni adalah staf pengajar di Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang. Dan saat ini telah aktif kembali mengajar di universitas tersebut.

Haadi Kusumah saat ini bekerja di kontraktor PT. Modern Suryajaya dan sedang melaksanakan pekerjaan jalan di Cirebon.

Atas keberhasilannya, segenap alumni mengucapkan selamat.

Kulap ke Karangsambung & Fasilitas Galangan Kapal di Semarang

Semester Gasal 1998/1999 ini Program Magister Teknik mengadakan Kuliah Lapangan ke Karangsambung, Kebumen dan Fasilitas Galangan Kapal di Semarang pada tanggal 30 Oktober - 1 November 1998.

Rombongan yang terdiri dari 25 orang mahasiswa S2 Teknik Sipil, 2 orang dosen yaitu Dr. Ir. Paulus P. Rahardjo, MSCE. dan Ir. Wisjnu Y. Brotodihardjo, MSCE., serta seorang geologist yang menjadi dosen tamu yaitu Bp. Ir. Anwar Makmur.

Kunjungan pertama adalah ke Laboratorium Alam Geologi Karangsambung di Kebumen. Daerah seluas 300 km2 ini dijadikan sebagai laboratorium alam geologi karena keistimewaannya berupa singkapan-singkapan geologi sepanjang evolusi bumi, mulai dari Jaman Kapur (120 juta tahun yang lalu) sampai sekarang. Selama di lokasi Karangsambung ini rombongan ditemani oleh Bp. Rusmanto, petugas yang biasanya ikut membimbing mahasiswa yang praktek di sana.

Laboratorium Alam Geologi Karangsambung merupakan salah satu tempat terbaik di Indonesia, tempat berbagai ragam batuan yang lingkungan pembentukannya berbeda tersingkap. Karangsambung merupakan monumen geologi dan bukti terjadinya evolusi lempeng kerak bumi di Asia Tenggara.

Ketiga jenis batuan (beku, sedimen, metamorf) dengan variasinya yang berumur 120 - 30 juta tahun yang lalu tersingkap di sini. Basement Pulau Jawa yang berupa batuan metamorf juga tersingkap baik. Jenis batuan yang dapat dijumpai di kawasan ini antara lain batuan beku ultrabasa, afiolit, batuan sedimen klastik, bioklastik, maupun nonklastik. Juga rijang, lempung merah dan gamping merah yang terbentuk di dasar samudra dengan posisi hampir vertikal membentuk fenomena yang sangat menarik.

Kawasan Karangsambung dikelilingi oleh gunung-gunung yang menjulang sampai ketinggian 523 m di atas permukaan laut. Panorama timur di Karangsambung menampakkan gunung-gunung berbentuk runcing prismatik ireguler, yang terpotong-potong oleh lembah sempit. Panorama ini menunjukkan proses hasil deformasi tektonik yang mencampuradukkan batuan pada kompleks ‘melange’. Pada sis pandang lain, terlihat rangkaian gunung yang melingkar, reguler menyerupai bentuk tapal kuda membentuk cekungan pengaliran dengan tonjolan-tonjolan Bukit Bujil dan Jatibungkus. Pada ujung morfologi ladam di utara, terlihat puncak Gunung Paras dengan dinding terjal dan lipatan batuan membentuk sinklin.

Dalam kunjungan ini para mahasiswa memperoleh banyak pengetahuan geologi baru yang tidak diperoleh di kampus.

Pada tanggal 1 November 1998 rombongan berangkat ke Semarang, langsung menuju ke Pelabuhan Tanjung Mas, tepatnya di PT. Jasa Marina Indah. Perusahaan ini merupakan perusahaan pembuat kapal terbesar di Indonesia, dengan produksi terbanyaknya adalah kapal tanker dan kapal kargo.

Setelah melakukan kunjungan ke konstruksi kapal yang sudah mendekati proses penyelesaian, yaitu kapal Don Muang (kelak berbendera Panama), rombongan melanjutkan ke PT. Modern Suryajaya. Perusahaan ini adalah kontraktor pembangunan infrastruktur pada beberapa fasilitas pelabuhan, antara lain pembuatan dok kapal, kolam tambat dan lain-lain. Rombongan pada kesempatan ini menyaksikan pembangunan dok apung yang dikonstruksi dengan turap beton sepanjang 16 m ke dalam tanah lunak. PT. Modern Suryajaya diwakili oleh Bp. Ir. Johny dan Bp. Ir. Yusron Noor.

DIKLATSAR DAN HUT RESIMEN MAHASISWA MAHAWARMAN BATALYON III / UNPAR

Dalam rangka kaderisasi Batalyon III/UNPAR, dibutuhkan pembinaan personil mulai dari mengikuti pendidikan dan latihan dasar kemiliteran sampai dengan mengikuti berbagai macam kursus seperti kursus pelatihan dan dinas staf, kursus kader pelaksana, kursus kader pemimpin, latihan kepemimpinan putri, dan masih banyak lagi kursus lainnya yang dapat diikuti.

Pendidikan dan latihan dasar tahun ini, dilaksanakan untuk angkatan XXXII dengan diikuti oleh 32 orang siswa dan 40 orang pelatih yang dimulai dari tanggal 1 Agustus sampai dengan 22 Agustus 1998. Kegiatan ini diawali dengan Upacara Pembukaan Pendidikan dan Latihan Dasar Kemiliteran pada tanggal 1 Agustus 1998, dilanjutkan dengan Pradiklatsarmil dari tanggal 1–2 Agustus 1998, bertempat di daerah Ciumbuleuit dan sekitarnya, dilanjutkan dengan Diklatsarmil 3 – 14 Agustus 1998 di Depo Pendidikan Bela Negara, Cikole-Lembang yang merupakan latihan Gabungan, diakhiri dengan latihan Pemeliharaan satuan dari tanggal 14–21 Agustus 1998 yang dilaksanakan di daerah Subang, Cikole dan Punclut.

Kegiatan diakhiri dengan Upacara Penutupan Pendidikan Dasar dan latihan Kemiliteran dan latihan Pemeliharaan satuan pada tanggal 22 Agustus 1998. Kegiatan ini telah berhasil membina dan membentuk Angkatan XXXII sebagai generasi penerus.

Angkatan XXXII diharapkan memiliki kualitas yang baik sebagai anggota Resimen Mahasiswa Batalyon III/UNPAR dan siap dibina lebih lanjut guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk dapat menjadi generasi penerus Batalyon di masa yang akan datang dan diharapkan pula untuk dapat menciptakan kader-kader selanjutnya.

Pada tahun ini tepatnya tanggal 26 September 1998 Batalyon III/UNPAR genap berusia 34 tahun, adapun rangkaian kekegiatan HUT YON III adalah sebagai berikut : Peresmian Markas Komando YON III/UNPAR, syukuran Markas Komando YON III/UNPAR, danTemu Alumni YON III/UNPAR yang berlangsung pada tanggal 26 September 1998 setelah Upacara Gelar Pasukan dan Sertijab Komandan Batalyon III /UNPAR. Pekan Olah Raga yang diikuti oleh YON III, perwakilan tiap lembaga kemahasiswaan di tingkat fakultas dan di tingkat universitas berlangsung pada bulan Oktober 1998. Latihan menembak bersama mahasiswa, karyawan dan dosen Unpar yang berlangsung pada bulan Oktober 1998.

Kegiatan pada HUT YON III/UNPAR yang dilakukan setiap tahunnya diharapkan dapat bermanfaat bagi pembinaan anggota Batalyon dan lebih meningkatkan eksistensi Batalyon III di kampus Unpar. Rangkaian kegiatan HUT Batalyon ini diharapkan dapat lebih memupuk rasa persaudaraan yang ada antara Batalyon III dengan mahasiswa, dosen, karyawan, lembaga-lembaga kemahasiswaan dan instansi-instansi yang ada di dalam maupun di luar Unpar.

Masih merupakan rangkaian dari kegiatan HUT Batalyon III/Unpar, pada tanggal 26 September 1998, Komando Resimen Mahawarman Batalyon III/Unpar mengadakan Upacara Serah Terima Jabatan Komandan Batalyon III/Unpar. Komandan Batalyon III/Unpar yang lama yaitu Yudi Iskandar dengan NBP.9274.08.28042 menyerahkan jabatan tersebut kepada Komandan Batalyon III/ Unpar yang baru yaitu Andiko S.B.A. Manik dengan NBP. 9576.08.31510 untuk masa bakti 1998 – 1999. (Warta Unpar).

Kegiatan Pelatihan Supervisi

Pada hari Senin, tanggal 7 September 1998 telah ditanda tangani perjanjian kerja sama penyelenggaraan jasa Pelatihan Supervisi (Supervisory Training) antara PT. Polyfin Canggih dan Universitas Katolik Parahyangan yang diwakili oleh Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Berkelanjutan.

Pelatihan Supervisory dilaksanakan pada tanggal 8–9 September 1998, bertempat di Rancaekek, kabuputen Bandung, akhir pelatihan ditandai dengan penyerahan cendera-mata oleh Kepala UPT Pendidikan Berkelanjutan kepada perwakilan dari PT. Polyfin Canggih.

Secara keseluruhan materi dan penyajian pelatihan telah dinilai sangat bermanfaat oleh pihak penerima jasa baik secara individual maupun institusional, selanjutnya akan dilakukan evaluasi pasca pelatihan oleh UPT Pendidikan Berkelanjutan pada akhir bulan September 1998 terhadap para peserta pelatihan. (Warta Unpar).

Kerjasama Twente University dengan FMIPA UNPAR

Pada tanggal 8 September 1998 Unpar menerima kunjungan tamu dari Twente University, Dr. Paul Wewerinke. Dalam kunjungannya kali ini selain mem-bicarakan mengenai kerjasama Unpar dengan Twente University, beliau juga menyampaikan presentasi kepada para dosen dan mahasiswa mengenai program M.Sc in Engineering Mathematics dan M.Sc in Financial Engineering dengan kekhususan Financial Mathematics dan Insurance Mathematics, yang akan dibuka pada tahun 1999. Syarat utama untuk masuk program tersebut adalah kemampuan berbahasa Inggris dan matematika yang baik, disediakan pula beasiswa minimal untuk 12 orang dari Indonesia. Dalam rangka realisasi kerjasama dengan Twente University ini, pada bulan Agustus 1997 Unpar telah mengirimkan 2 orang dosen matematika, yaitu Agus Sukmana, S.Si., dan Dharma Lesmono, S.Si., SE.,MT untuk studi M.Sc. dalam Engineering Mathematics, dengan kekhususan statistika dan penelitian operasi, dengan beasiswa dari Industri Belanda. Selain kedua dosen tersebut, seorang lulusan perdana program studi Fisika FMIPA Unpar, Gregroria Ilya S.Si. menerima beasiswa penuh untuk melanjutkan studi kekhususan Fisika Matematik dan Matematika Komputasional. Ketiga warga Unpar ini diperkirakan akan menyelesaikan studinya pada bulan Juni 1999.

Penerima beasiswa lainnya yaitu empat orang lulusan FMIPA Unpar, yang telah berangkat pada bulan Agustus 1998, mereka adalah : Irene (Matematika angkatan 1994) mengambil bidang studi statistika dan penelitian operasi, Ratri dan Lili Linggar (Matematika angkatan 1993) serta Sesilia Paskalina (Fisika angkatan 1994) mengambil program studi Fisika dan Mekanika Komputasional. (Sumber : A. Rusli). (Warta Unpar).

Tamu - Tamu Unpar

Pada tanggal 24 September 1998 Unpar menerima kunjungan Mr. Jon Van Langeveld, Coordinator Corporate Marketing and Communication dari Delft University of Technology, Negeri Belanda. Beliau diterima oleh pimpinan Universitas yang diwakili oleh Pembantu Rektor IV, Dekan Fakultas Teknologi Industri, Pembantu Dekan I dan Pembantu Dekan III Fakultas MIPA.

Pada kesempatan ini diadakan pula presentasi bagi para mahasiswa dan dosen mengenai International Program / Program Master yang baru berdiri pada tahun 1998. Penerimaan mahasiswa baru untuk angkatan ke-2 ditutup pada bulan Januari 1999, dan disediakan pula 10 beasiswa penuh, 5 diantaranya disediakan bagi mahasiswa yang berasal dari Indonesia.

Unpar menerima kunjungan lainnya dari Belanda, yaitu Mr. Joop Bakker dari Hanzehogeschool Groningen pada tanggal 12 dan 13 Oktober 1998. Kunjungan ini dimaksudkan untuk menindaklanjuti gagasan kerjasama di bidang akademik antara kedua lembaga, khususnya dalam bidang Teknik Sipil.

Pada tanggal 21 Oktober 1998, Katherine Campbell dan Shirley Hardjadinata dari Australian Education International, Kedutaan Australia berkunjung ke Unpar untuk mempekenalkan diri dan untuk memperoleh informasi secara lengkap mengenai Unpar. (Warta Unpar).

Eksebisi ’98 dan kegiatan Korgala

Koordinator Unit Kegiatan Maha-siswa mengadakan Eksebisi ’98 "Welcome to the Jungle", pada tanggal 28 September s.d 2 Oktober 1998 diikuti oleh 42 unit kegiatan. Selain untuk menunjukkan kepada sivitas akademika Unpar mengenai keaneka ragaman unit kegiatan di Unpar, juga ditujukan untuk menarik minat mahasiswa terutama mahasiswa baru untuk mengikuti kegiatan unit-unit yang ada sesuai dengan minat dan bakatnya. Acara pembukaan Eksebisi’98 ini dihadiri oleh Rektor A.P. Sugiarto, S.H didampingi oleh Pembantu Rektor III, F.X. Budiwidododo P., MSP. dan Kepala Biro Kemahasiswaan J.P. Isnaryono. Usai acara pembukaan, Rektor selanjutnya didampingi oleh Panitia meninjau tempat eksebisi. Pada saat yang bersamaan dengan kegiatan tersebut, Korps Tenaga Sukarela (Korgala) Unpar mengadakan bakti sosial berupa pembagian beras secara gratis untuk warga yang kurang mampu di daerah Sangkuriang, Cikendi, Ciumbuleuit dan Gandok. Beras yang dibagikan adalah beras yang berasal dari sumbangan mahasiswa baru Unpar (Warta Unpar).

Kuliah Umum PLAXIS

Pada tanggal 29 September 1998, Pieter Brand dari Plaxis b.v. dan Mr. Thee, keduanya dari Netherland, datang ke Unpar memberikan kuliah umum mengenai kegunaan metode elemen hingga dalam penyelesaian masalah-masalah engineering serta memperkenalkan program komputer Plaxis.

Pada kesempatan yang dihadiri oleh sekitar 80 orang dosen dan mahasiswa S1 dan S2, Pieter Brand memberikan contoh-contoh aplikasi penggunaan program komputer Plaxis dalam menyelesaikan masalah-masalah bangunan substruktur.

Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah rencana kerjasama Unpar dengan Plaxis, b.v. untuk menyelenggarakan short course Intenational Course for Beginners PLAXIS Users pada bulan Agustus 1999 mendatang.

Serah Terima Jabatan dan Pelantikan Rektor Unpar Periode 1998 - 2002

Acara serah terima jabatan Rektor Universitas Katolik Parahyangan dari A.P. Sugiarto, SH kepada Prof.Dr. B. Suprapto Brotosiswojo berlangsung di Gedung Serba Guna Unpar pada tanggal 6 Oktober 1998, dihadiri oleh Koordinator Kopertis Wilayah IV, pimpinan Universitas dan Fakultas, serta Pengurus Lembaga Kemahasiswaan, para pemuka masyarakat sekitar lingkungan Unpar dan keluarga dari rektor lama dan rektor baru, A.P. Sugiarto, SH dalam laporannya mengenai perkembangan Unpar selama periode jabatan Rektor Unpar 1994 – 1998, diantaranya dalam bidang akademik telah didirikan program Diploma III dan program Pasca Sarjana. Prestasi lainnya adalah perolehan akreditasi A bagi 9 program studi di Unpar dari Badan Akreditasi Nasional,sekaligus menjadikan Unpar sebagai PTS terbaik di Indonesia.

Dalam bidang sarana telah pula diadakan penambahan gedung untuk FTI, FMIPA dan pembangunan Gedung Fakultas Ekonomi yang diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 1999. Namun masih ada beberapa hal yang menurut beliau perlu pengembangan lebih lanjut, diantaranya adalah membawa Unpar menjadi Universitas berkualitas internasional, agar Unpar tetap exist di masa depan.

Prof. Dr. B. Suprapto Brotosiswojo, dalam sambutannya selaku Rektor unpar periode 1998–2002 menyampaikan bahwa iklim transparansi menampilkan tantangan yang berbeda coraknya dengan tantangan pada situasi masa lalu. Transparansi, yang sanggup menciptakan iklim ketentraman serta kemampuan pengendalian arah yang benar, merupakan proses kebersamaan yang akan melibatkan semua warga masyarakat. Universitas, sebagai salah satu komponen masyarakat tentunya ikut mempunyai kewajiban dalam proses peningkatan kedewasaan ini. Beliau mengajak seluruh sivitas akademika Unpar untuk mempelajari hal tersebut, agar Unpar sebagai lembaga pendidikan dapat menghasilkan insan-insan Indonesia dengan tingkat dan pola kedewasaan yang sanggup mengisi kehidupan kemasyarakatan dengan ciri abad ke-21 nanti (Warta Unpar).

Kursus Singkat Aplikasi Program Komputer untuk Desain Pondasi

Pada tanggal 24 November 1998 dan 1 Desember 1998, Fakultas Teknik - Jurusan Teknik Sipil - Divisi Geoteknik - Universitas Katolik Parahyangan bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Sipil Unpar menyelenggarakan Kursus Singkat Aplikasi Program Komputer untuk Desain Pondasi bertempat di Laboratorium Komputer Fakultas Tenik dan FISIP Unpar.

Tujuan kursus singkat ini adalah untuk memberikan kesempatan pada mahasiswa memahami falsafah desain pondasi dangkal maupun pondasi dalam serta mengaplikasikan beberapa software.

Kursus ini dibatasi untuk mahasiswa S-1 Unpar angkatan ‘96 dan sebelumnya.

Tenaga pengajar terdiri dari dosen dan asisten geoteknik di Fakultas Teknik Unpar. Falsafah dan teori desain disampaikan oleh Ir. Paulus P. Rahardjo, MSCE, Ph.D., sedangkan untuk tutorial program diberikan oleh El Fie Salim, ST, MT, Inge Meilani, ST dan Budijanto Widjaja, ST.

Peserta kursus terdiri dari mahasiswa angkatan 1992 – 1996 yang telah lulus mata kuliah Mekanika Tanah I. Jumlah mahasiswa yang hadir adalah 85 orang.

Program yang dibahas sebanyak 4 (empat) buah program komputer yang dikembangkan oleh Prof. Donald P. Coduto dari California State Polytechnic University, Pomona berupa : FTGBC (Daya dukung pondasi dangkal dengan formula Terzaghi, Meyerhoff, dan Brinch Hansen), FTGSETT (Penurunan pondasi dangkal pada tanah kohesif), SCHMERT (Penurunan pondasi dangkal pada tanah non kohesif), dan SHAFT(Daya dukung pondasi tiang bor dengan metode O’Neill & Reese, 1989). (Buletin GEC).

Wisuda 2 1998 - 1999

Pada tanggal 19 Desember 1998 kembali dilaksanakan Upacara Wisuda II 1998/1999 dan melepas 345 orang lulusan baru, yang meliputi :

Sejak berdirinya pada tahun 1955, Unpar telah meluluskan :

Lulusan D3 Teknik Sipil

Pada tahun 1998 yang lalu, Unpar telah meluluskan 2 orang Ahli Madya (Diploma III) Teknik Sipil yang pertama, yaitu

Dengan demikian, anggota IATS bertambah menjadi :

Short Course Pile Dynamic dan Seminar Pile Prediction & Performance, 5 - 6 Februari 1999

Perkembangan prediksi kinerja dan daya dukung tiang pancang telah berkembang sangat jauh, sementara itu para praktisi di Indonesia banyak yang masih menggunakan cara-cara konvensional.

Short Course Pile Dynamics dan Seminar Pile Prediction and Performance digelar untuk membahas kinerja pemancangan tiang yang meliputi pile penetrability dan pile driveability serta metode modern untuk memprediksi daya dukung tiang pancang.

Kegiatan short course dan seminar ini melibatkan para pakar di bidang pondasi tiang pancang di antaranya :

Untuk pendaftaran, para peminat dapat menghubungi GEC pada 022-232655 ext 440 setiap hari kerja.

Kuliah Analisis Geoteknik dengan Metode Elemen Hingga Ditawarkan untuk Umum, Feb - Juni 1999

Program Pascasarjana Unpar membuka kesempatan kuliah Analisis Geoteknik dengan Metode Elemen Hingga untuk UMUM pada semester genap ini. Pada saat ini MEH telah berkembang semakin pesat terutama semenjak tersedianya PC dengan kapasitas yang tinggi. Perkuliahan dimulai pada tanggal 8 Februari 1999 hingga bulan Juni 1999. Pendaftaran ditutup tanggal 3 Februari 1999 (tempat terbatas).

Kuliah ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada peserta kuliah mengenai aplikasi metode elemen hingga untuk analisis berbagai masalah geoteknik dan persiapan bagi mereka yang ingin melanjutkan untuk analisis yang lebih advanced berupa kegiatan short course Intenational Course for Beginners PLAXIS Users (Agustus 1999). Kuliah ini lebih ditekankan kepada pada konsultan dan akademisi serta praktisi lain yang berminat mendalami pengetahuan mengenai aplikasi metode elemen hingga pada bidang geoteknik. Syarat peserta adalah sarjana teknik sipil, geologi, atau pertambangan, serta mahasiswa tingkat akhir teknik sipil.

Perkuliahan ini dibawakan oleh dosen dan praktisi yang berpengalaman di bidang metode elemen hingga yaitu Dr. Ir. Paulus P. Rahardjo, MSCE. Topik-topik yang dibahas meliputi :

  1. Konsep dasar Metode Elemen Hingga
  2. Deformasi dan Tegangan Satu Dimensi : Perilaku Pondasi Tiang akibat Beban Aksial
  3. Aplikasi MEH pada Masalah Konsolidasi Satu Dimensi
  4. Aplikasi MEH pada Pelenturan Balok dan Balok di atas Pondasi Elastik
  5. Analisis Pondasi Tiang yang dibebani Lateral dengan MEH
  6. Aplikasi MEH untuk Analisis Perambatan Gelombang
  7. Elemen Segitiga dan Elemen Segi Empat dengan Satu Derajat Kebebasan
  8. Aplikasi MEH untuk Analisis Rembesan
  9. Problem Deformasi Dua Dimensi dan Persamaan Dasar Solid Mechanics
  10. Constant Strain Triangle (CST)
  11. Contoh Aplikasi CST pada kasus Plane Stress
  12. Elemen Quadrilateral
  13. Aplikasi Elemen Quadrilateral pada masalah Plane Strain
  14. Pemodelan Tanah : Model Hiperbolik dan Model Critical State
  15. Elemen Antar-Muka (Interface) dan elemen orde tinggi, Elemen Batang, dan Elemen Balok untuk Analisis Interaksi Tanah Struktur
  16. Aplikasi Program Komputer

Untuk informasi lebih lanjut, para peminat dapat menghubungi GEC pada 022-232655 ext 440 pada hari kerja.

Seminar Nasional Perkembangan Rekayasa Struktur Menjelang Abad 21, 5 - 6 Maret 1999

Divisi Struktur Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil berkerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil akan menyelenggarakan Seminar Nasional Teknik Sipil 1999 "Perkembangan Rekayasa Struktur Menjelang Abad 21" pada tanggal 5 - 6 Maret 1999 di GSG Unpar, Jl. Ciumbuleuit 94, Bandung.

Para keynote speaker terdiri dari :

serta didampingi oleh beberapa pembicara lainnya.

Pendaftaran dibuka pada tanggal 2 - 28 Februari 1999. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

Berita Keluarga

Berita Duka Cita

Telah meninggal dunia putri pertama Bp. Ir. Adhijoso Tjondro, ME. (dosen Teknik Sipil, alumni angkatan 78 dan KUPT Perkomputeran) pada tanggal 13 Agustus 1998. Jenazah dimakamkan pada tanggal 14 Agustus 1998 di pemakaman Pandu.

Telah meninggal dunia ayahanda Bp. Ir. Wisjnu Y. Brotodihardjo, MSCE. (dosen Teknik Sipil dan alumni angkatan 68) pada tanggal 15 November 1998 di Jakarta. Jenazah dikebumikan di Bogor.

Telah meninggal dunia Bapak Markus Maman Rochaman (pada usia 54 tahun) ayah kandung dari Bapak Ian Mulyana (TNPT Fisip) dan ayah mertua dari Bapak Yohanes Agus Juhari (TNPT FT), pada tanggal 18 November 1998.

Telah meninggal dunia ayahanda Bp. Ir. Soeryadedi S. (dosen Teknik Sipil dan alumni angkatan 70) yang juga merupakan ayah mertua Ibu Ir. Siska Rustiani, MT. (dosen Teknik Sipil dan alumni angkatan 73) pada tanggal 6 Desember 1998. Jenazah dikebumikan pada tanggal 9 Desember 1998 di Cirebon.

Segenap civitas akademika Unpar turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.

Pernikahan
Karsa Sasmita (Tenaga Non Pengajar Tetap Fakultas Teknik) dengan Heni Binti Adang. Akad nikah pada tanggal 13 Juli 1998.

Evi Herviatin dengan Andi Triwidarto (angkatan 90) pada tanggal 3 Oktober 1998 di Surabaya.

Nelia Soelistia (Sipil 89) dengan Argon (Ekonomi 89) pada tanggal 12 Desember 1998 di Jakarta.

Theresia Regina Yenty (angkatan 92) dengan Budi Leonardus Tiono akan dilaksanakan hari Minggu, 7 Februari 1999 pk. 13.00 WIB di Gereja Katedral St. Yoseph, Pontianak.

Selamat menempuh hidup baru.

Kelahiran

Telah lahir putri dari Bapak Yohanes Agus Juhari (TNPT FT) bernama Putri Gustiawati, pada tanggal 16 Agustus 1998.

Turut berbahagia atas kehadiran buah hati Bapak dan Ibu.

Reuni ‘98

Liputan Acara Seminar Sehari IATS 3 Juli ‘98

Dalam rangkaian penyelenggaraan Reuni ’98 ini, pada tanggal 3 Juli 1998 panitia mengadakan Seminar Sehari dengan tema "Industri Konstruksi di Era Krisis". Peserta yang hadir tidak hanya dari kalangan alumni, namun juga dari mahasiswa dan praktisi di bidang konstruksi.

Pembicara-pembicara yang datang membagikan pengetahuannya adalah Bp. Ir. Hario Sabrang, SH., MA., Ir. Bambang Priatmono, Dr. Alexander Liang, M.Eng., Ir. Johannes Buntoro Darmasetiawan, MBA., Ir. Fery Hartono & Ir. Sutjipto Widjaja, Dr. Ir. Roesdiman Soegiarso, M.Sc., Ir. Lanneke Tristanto dan Ir. Paulus P. Rahardjo, MSCE., Ph.D.

Dalam ceramahnya, Bp. Hario Sabrang membicarakan mengenai masalah kontrak sehubungan dengan era krisis dalam industri konstruksi. Salah satu pertanyaan pokok yang disampaikan adalah : "Apakah akibat Krisis Moneter terhadap nilai suatu kontrak pekerjaan sipil?". Pembahasan yang dilakukan adalah : Bila hak – hak seperti tersebut di atas tidak diatur dalam kontrak tentulah pertama – tama perlu dilakukan negosiasi serta musyawarah secara kerekanan (amicable settlement)., dan bila hal ini tidak berhasil, maka persoalan dapat dibawa ke penyelesaian arbitrase atau pengadilan. Pertama – tama perlulah dalam kontrak terdapat klausula penyelesaian perselisihan yang didalamnya menyebut penyelesaiannya dilakukan lewat arbitrase, atau bila belum ada perlu dibuat perjanjian tersendiri bahwa para pihak sepakat penyelesaian perselisihan dilakukan lewat arbitrase. Atau bisa lewat arbitrase ad-hoc artinya tidak menggunakan institusi BANI, yang berarti arbiter – arbiter dipilih sendiri oleh pihak – pihak, namun mungkin tetap memakai peraturan serta prosedur dari BANI.

Selain itu, Bp. Hario Sabrang yang adalah lulusan ITB, UI, dan Vanderbilt University, Tennesse, USA, membahas pula kelebihan dan kekurangan penyelesaian perselisihan melalui pengadilan dengan melalui arbitrase.

Setelah session pertama tersebut, acara dilanjutkan dengan ceramah dari Bp. Bambang Priatmono. Alumni Sipil angkatan 81 ini mencoba menyoroti peranan institusi perguruan tinggi dalam industri konstruksi, yang merupakan sumbangan pemikiran penulis untuk almamaternya.

Dalam pembahasannya mengenai keterlibatan individu-individu akademis dalam praktek, anggota HAKI ini berpendapat meskipun secara langsung pihak universitas tidak mendapat keuntungan dari keterlibatan para tenaga pengajarnya (secara pribadi) dalam suatu proyek, tetapi secara tidak langsung – dalam kerangka peningkatan profesionalisme – pihak universitas tetap mendapat keuntungan, yakni dengan makin tajamnya wawasan profesi serta bertambah luasnya pengalaman praktis dosen tersebut, dengan demikian kepada mahasiswanya, ia dapat memberi gambaran atas realita dari teori – teori yang diajarkannya. Ada pun lahan keterlibatan dosen adalah bisa sebagai perencana atau staf ahli pengawasan (bergabung dengan konsultan) atau sebagai staf ahli di sektor pelaksanaan (bergabung dengan kontraktor). Tentu saja termasuk juga di dalamnya para dosen yang berwira usaha – entrepreneurship, baik sebagai konsultan pribadi atau pun mendirikan perusahaan. Akan tetapi di lain pihak tidak jarang mahasiswa terlantar karena sang dosen sibuk di luar. Inilah sisi negatifnya, karena dapat dipastikan bahwa sang dosen yang dihadapkan pada situasi konflik waktu – demi tuntutan profesialisme – lebih mengutamakan proyeknya daripada jadwal kuliah.

Kemudian juga ternyata tidak semua dosen mendapat kesempatan untuk dapat terlibat dalam suatu kegiatan proyek. Banyak alasan yang menjadi penyebabnya, tetapi yang paling menonjol adalah karena tidak berbakat sebagai entrepreneur atau pun karena alasan lain, meski dosen tersebut tergolong berprestasi.

Diharapkan para dosen dapat tetap berkiprah menangani proyek, institusi mendapat keuntungan langsung dan mahasiswa tidak terlantar. Secara finansial semua pihak juga diuntungkan, bahkan para mahasiswa tingkat akhir dapat dilibatkan secara aktif dan memperoleh keuntungan finansial pula.

Selain daripada itu, apabila inisiatif proyek itu datang dari seorang dosen, dia "dapat" atau "harus" mengerjakannya dengan atas nama universitas. Itulah sebabnya diperlukan komitmen yang tinggi agar mekanisme berjalan baik.

Agar kepentingan akademik, sebagai core activity-nya tidak terganggu, serta tercipta iklim kondusif untuk mewujudkan gagasan itu, maka secara struktural perlu ada badan khusus yang menangani proyek-proyek "luar" yang tidak secara langsung berkaitan dengan kegiatan akademis, seperti proyek dalam industri kontruksi yang dibahas saat ini. Sebagai contoh ITB memiliki LAPI, PPE dan sebagainya.

Bagaimana dengan UNPAR ?

Meskipun UNPAR belum memiliki lembaga yang spesifik untuk menangani suatu proyek dalam cabang keilmuan tertentu, tetapi ia memiliki Lembaga Penelitian (LP : Tingkat Universitas) yang membawahi Pusat Penelitian (PP : Tingkat Fakultas) dalam masa antara lain terdapat PP Teknik Sipil.

Dalam hubungan ini PP dapat diberdayakan untuk menangani proyek yang tidak saja bersifat penelitian, tetapi proyek – proyek di luar dunia pendidikan - tetapi dapat ditarik manfaatnya untuk dunia pendidikan – yang dalam konteks bahasan di sini adalah industri kontruksi. Jadi PP akan menjadi profit centre baru, yang pada gilirannya dapat menambah kas institusi , meningkatkan kesejahteraan dosen, mungkin dapat mensubsidi mahasiswa (melalui peran aktifnya). Itu secara finansial, di luar itu, tak sedikit keuntungan yang diperoleh termasuk di dalamnya terbentuknya preseden yang baik dalam memelihara komitmen.

Dr. Alexander Liang, M.Eng. dalam makalahnya menyajikan hasil penelitian yang dilakukan untuk mengukur kinerja (performance) tenaga kerja kontruksi sudah lama menjadi obyek penelitian. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan suatu alat ukur yang akurat dan valid sehingga dapat dipakai dengan mudah di lapangan. Dengan adanya suatu alat ukur yang baik, maka informasi mengenai kinerja atau produktivitas tenaga kerja dapat diperoleh setiap saat. Informasi ini sangat penting untuk mengetahui seberapa baik pihak manajemen mengelola tenaga kerja, dan juga hambatan – hambatan apa yang terjadi di lapangan yang mengakibatkan tenaga kerja tidak produktif.

Metode "Craftman Questionnaire Sampling" digunakan sebagai Surrogate untuk mengukur produktivitas tenaga kerja di lapangan. Metode ini dikembangkan oleh Chang Luh Maan melalui modifikasi metode Work Sampling. Data dikumpulkan dari dua proyek, yaitu Apartmen west wood tower dan Tropics di Jakarta Barat. Data dari metode ini divalidasi dengan data dari work sampling. Kesimpulan yang bisa ditarik dari studi ini adalah bahwa metode ini cukup valid untuk mengukur utilisasi waktu oleh tenaga kerja di lapangan, dan dapat memberikan informasi kepada manajemen untuk mengatasi masalah – masalah yang berhubungan dengan produktivitas

Bp. Johannes Buntoro Darmasetiawan menjelaskan mengenai tantangan industri konstruksi pada abad 21 serta startegi untuk menjawabnya.

Menurut alumni angkatan 79 ini tantangan yang dihadapi pada abad 21 meliputi : kompetisi global dengan banyak pesaing, pelanggan mempunyai banyak tuntutan, inovasi teknologi berlangsung dengan cepat, umur produk menjadi pendek, dan akibatnya, dunia bisnis menjadi turbulen.

Karakteristik industri konstruksi pada abad ini adalah tidak kontinu, setiap proyek mempunyai permasalahan yang berbeda, sulit untuk membuat sistem dan prosedur yang baku, sulit untuk menyeragamkan kualitas kerja, serta teknologi bahan, teknologi dan managemen konstruksi mengalami kemajuan yang pesat.

Menurut Bp. Buntoro, kontraktor yang ideal pada masa ini adalah yang tidak mempunyai biaya tetap, bersifat fleksibel : mampu memenuhi tuntutan pasar, serta mempunyai sumber daya manusia yang kreatif, dengan skill yang memadai dan bermotivasi kerja tinggi.

Strategi yang diusulkan untuk membina sumber daya manusia yang mempunyai skill yang memadai, kreatif, mempunyai motivasi kerja tinggi adalah dengan melakukan program pelatihan, pembentukkan budaya organisasi yang tepat, serta pemberian imbalan yang menarik

Pola pikir yang hendaknya diterapkan di perusahaan adalah demokratis, atasan berfungsi sebagai "Facilitator", sumber daya manusia dianggap bertanggung jawab, kreatif, dan produktif apabila diperlakukan dengan baik dan tepat, serta dianggap sebagai asset. Hendaknya biaya pelatihan sumber daya manusia dianggap sebagai investasi, menitik beratkan pada pujian dan imbalan, serta pemberian imbalan lebih banyak berdasarkan kriteria prestasi kerja.

Ir. Fery Hartono & Ir. Sutjipto Widjaja, keduanya kini bekerja pada PT. Neville – Clarke Indonesia sebagai konsultan dan trainer membahas mengenai standard sistem mutu.

Dalam kesempatan ini dinyatakan bahwa standard sistem mutu ISO 9000 bukanlah :

Manfaat dasar penerapan sistem mutu ISO 9000 adalah :

Dr. Ir. Roesdiman Soegiarso, M.Sc., alumni angkatan 65 yang memperoleh gelar doktor di The Ohio State University (USA) membahas mengenai analisa yang dihasilkan oleh program DRAIN – 2DX. Materi pembahasan bersifat teknis.

Ir. Lanneke Tristanto membahas mengenai jembatan cable stay sederhana. Jembatan cable-stay sederhana adalah modifikasi jembatan darurat tipe Bailey namun demikian karakteristik jembatan permanen. Perhitungan statik yang diverifikasi dengan uji beban statik dan dinamik pada model prototipe 30.5 m atau setengah bentang total jembatan 64.05, menunjukkan daya pikul dan perilaku dinamik yang memadai. Evaluasi uji beban berdasarkan data pengukuran lapangan dan analisis verifikasi merupakan kriteria dalam menilai kemantapan suatu produk baru. Keberhasilan prototipe mendukung pengembangan jembatan Bailey tipe kabel sampai bentang optimal 88.45m dengan mempertahankan kesederhanaan kontruksi.

Kesimpulan pelaksanaan percontohan jembatan cable – stay hasil modifikasi panel Bailey-Acrow diuraikan sebagai berikut :

Saran dalam rangka penyebarluasan jembatan kabel sederhana dapat diuraikan sebagai berikut :

Bp. Paulus P. Rahardjo, menyatakan bahwa pada masa krisis ekonomi ini banyak sekali pekerjaan atau proyek yang tidak dilanjutkan dalam kondisi yang belum terselesaikan. Pekerjaan-pekerjaan geoteknik, terutama yang bersifat sementara akan mengalami masalah baik akibat deformasi, penurunan, penyembulan, up lift, creep, kehilangan kuat geser dan masalah-masalah serius yang lain termasuk kehilangan kestabilan bilamana konstruksi tersebut tidak dilanjutkan. Masalah ini mengundang banyak pertanyaan bagi para pemilik, kontraktor dan konsultan yang menangani proyek tersebut.

Makalah yang disampaikan oleh dosen geoteknik di Unpar ini merupakan sumbangan pemikiran terhadap kasus-kasus yang sedang dan mungkin akan terjadi pada berbagai proyek yang tidak dilanjutkan akibat krisis ekonomi terutama ditinjau dari aspek geoteknik.

Beberapa kasus dibahas seperti struktur penahan sementara, reklamasi, galian dan timbun pada lereng, galian dengan penopang (braced excavation), dan lain-lain. Di samping itu makalah ini akan mengupas upaya tehnis darurat untuk mengatasi permasalahan tersebut di atas.

Banyak praktisi sipil dan terutama pemilik tidak memahami bahwa struktur tanah yang terbuka (exposed) dapat mengalami perubahan-perubahan sifat yang cukup drastis. Perubahan ini terutama adalah yang berkaitan dengan peningkatan kadar air baik yang berasal dari air hujan maupun air yang mengalir di bawah permukaan tanah.

Bilamana galian dilakukan pada kondisi muka air tanah yang tinggi maka dewa tering harus dilakukan secara terus-menerus. Kegagalan dalam dewatering akan menyebabkan erosi di kaki lereng galian yang selanjutnya dapat menyebabkan kegagalan atau longsoran lereng.

Galian pada batuan umumnya nampak stabil, tetapi dapat membahayakan tergantung dari arah pelapisan dan joint batuan terhadap pemotongan. Pada galian dengan kemiringan lereng searah pelapisan maka batuan dapat menggelincir dan untuk itu harus dilakukan evaluasi sekssama sebelum ditinggalkan akibat krisis moneter karena dapat membahayakan.

Pada konstruksi reklamasi, penundaan akan berdampak kepada kehilangan dari material pasir akibat gerusan ombak. Di pantai utara Jawa memang gelombang laut tidak sebesar di daerah selatan sehingga resiko ini mungkin hanya mengakibatkan pelandaian lereng-lereng yang berbatasan dengan air laut. Sementara itu, penurunan tanah akan berlangsung secara terus menerus dan merupakan suatu keuntungan karena dalam jangka waktu tertentu mungkin percepatan konsolidasi sudah tidak diperlukan lagi. Untuk mana monitoring dari penurunan tersebut harus terus dilakukan dan dievaluasi oleh ahli geoteknik untuk memastikan kondisi lapis tanah bawah. Dengan sebagian tanah lembek berkonsolidasi, suatu keuntungan tambah adalah karena akan terjadi peningkatan kekuatan geser dan tanah lunak tersebut.

Tanah merupakan material yang mempunyai sifat yang dapat berubah dengan waktu dan dipengaruhi oleh kadar air. Oleh sebab itu perubahan-perubahan terhadap struktur tanah dapat membawa resiko serius kepada konstruksi yang tertunda dalam era krisis ini.

Konstruksi struktur bawah, terutama yang bersifat sementara, pada umumnya tidak dimaksudkan untuk bertahan dalam jangka yang lama.

Konstruksi struktur bawah dan struktur tanah yang hendak ditunda dalam jangka waktu yang cukup lama sebaiknya dievaluasi oleh ahli geoteknik. Direkomendasikan untuk melakukan monitoring baik secara visual maupun dengan menggunakan instrumen geoteknik dengan manfaat sebagai warning maupun untuk kepentingan evaluasi kondisi lapangan yang dapat berguna untuk melanjutkan pekerjaan di masa mendatang.

Baik kontraktor maupun pemilik sebaiknya melakukan evaluasi bersama untuk menghindari dispute di belakang hari.

Bagi para alumni yang berminat mendapatkan makalah di atas secara lengkap, dapat menghubungi sekretariat via telp / fax. Biaya pengganti cetak adalah Rp. 10.000,- dan ongkos kirim Rp. 5.000,- (bila menghendaki buku tersebut dikirim via pos).

Liputan Musyawarah Besar II 4 Juli ‘98

Musyawarah Besar II telah lama direncanakan oleh panitia, khususnya oleh anggota steering committee yang terdiri dari Dr. Ir. Wimpy S., M.Eng., MSCE., Ir. Freddie Lim, Dr. Ir. R.W. Triweko, M.Eng., Ir. Bob Walewangko, Ir. Tatang Sutardjo, M.Eng., Ir. Danau Limboro, dan Dr. Ir. Paulus P. Rahardjo, MSCE.

Tugas khusus dari steering committee adalah mengusulkan naskah penyempurnaan AD/ART IATS yang sudah dirasakan ketinggalan jaman. Hal ini sangat diperlukan mengingat jumlah anggota IATS semakin banyak dan pada saat ini telah mencapai lebih dari 4000 orang.

Acara ini diawali dengan laporan Ketua Panitia dan dilanjutkan dengan pembukaan oleh Ketua IATS. Untuk selanjutnya forum memilih Ketua Sidang yang pada saat itu menunjuk Ir. Bob Walewangko. Sidang diawali dengan pembahasan Tata Cara Sidang dan penjelasan materi AD/ART yang baru.

Pembahasan cukup alot, terutama karena beberapa peserta sidang mempunyai visi yang berbeda mengenai istilah dan persepsi yang tertulis di dalam draft. Di samping itu karena AD/ART yang baru memiliki beberapa perbedaan khususnya menyangkut pengaturan Komisariat Daerah (Komda) dan status angkatan.

Musyawarah Besar II ini telah menghasilkan Anggaran Dasar yang baru yang terdiri dari 12 Bab (14 Pasal) dan Anggaran Rumah Tangga 10 Bab (28 Pasal).

Selengkapnya AD/ART tersebut dilampirkan dalam Warta Alumni edisi ini.

Liputan Acara Malam Keluarga 5 Juli ‘98

Meskipun suasana politik pada saat itu masih dalam kondisi hangat, beberapa alumni tetap melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bandung dengan tujuan untuk menghadiri Malam Keluarga tanggal 5 Juli 1999.

Namun demikian banyak di antaranya gigit jari karena pada saat yang sama terjadi arus lalu lintas luar biasa padat dari arah Jakarta ke Bandung dan memuncak di daerah Padalarang. Beberapa di antaranya baru tiba di Bandung pk. 22.00 WIB. Hal ini terjadi karena hari Senin tanggal 7 Juli 1998 adalah hari raya dan banyak warga DKI lebih memilih berlibur di Bandung daripada di Puncak untuk alasan keamanan.

Acara yang semula direncanakan digelar pada pk. 18.30 WIB, terpaksa mengalami kemunduran hingga pk. 19.30 WIB. Jumlah hadirin pada malam itu jauh di bawah jumlah pendaftar yang direncanakan hadir, namun demikian acara tetap dibuka oleh Ketua IATS, Ir. Danau Limborro.

Pada kesempatan itu Ketua IATS menyampaikan laporan jalannya Musyawarah Besar II IATS Tahun 1998. Diantaranya diumumkan bahwa Pengurus IATS telah diremajakan sambil menunggu pemilihan ketua baru pada Musyawarah Besar III IATS yang direncanakan hendak diselenggarakan pada tahun 2000 mendatang. Ketua juga memperkenalkan susunan pengurus inti IATS yang baru yang akan dilengkapi pada rapat pertama. Susunan Pengurus Pusat IATS selengkapnya ditampilkan pada Warta Alumni ini.

Untuk meramaikan acara, dilakukan pengumpulan dana melalui lelang foto udara Unpar dan foto Prof. Ir. Semawi, dekan pertama Fakultas Teknik. Di samping itu diadakan lelang lagu di mana hadirin menyampaikan sumbangan dengan menghadirkan para alumni yang ditunjuk untuk menyanyi di atas panggung. Korban-korbannya antara lain Pak Wimpy Santosa (‘74), Pak Freddie Lim (‘68), Pak Tatang Sutardjo (‘65), Pak Paulus P. Rahardjo (‘73), dan Pak Gunawan Ishak (‘63).

Hiburan berupa band mahasiswa Sipil Unpar dan band karyawan Unpar mengiringi acara santap malam. Acara ditutup dengan polones bersama dipimpin oleh Siska Agustini (‘94) dan Bp. Freddie Lim (‘68).

Ucapan Terima Kasih

Atas bantuan dan kerjasama berbagai pihak demi terselenggaranya Reuni ‘98 yang lalu, Panita mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

Panitia berharap, semoga kerja sama yang terlah terjalin dengan baik ini tetap berlangsung pada waktu-waktu mendatang.

Dari Alumni

Laporan Keuangan Reuni ’98 IATS

Penerimaan

Sponsor Rp. 34.483.000,-
Iuran Peserta Mubes II Rp. 4.540.000,-
Penjualan Direktori s/d Juli 1998 Rp. 7.955.000,-
Iuran Peserta Seminar Rp. 5.525.000,-
Sumbangan Sukarela Rp. 8.355.000,-
Lelang Foto Prof. Semawi Rp. 255.000,-
Lelang Foto Udara Unpar Rp. 260.000,-
Lelang Lagu Rp. 430.000,-
Penjualan stiker + kaos Rp. 1.210.000,-
Stand GEC (share 10%) Rp. 84.500,-

Pengeluaran

Mubes & Malam Keluarga Rp. 68.805.282,-
Seminar Rp. 11.593.850,-
Biaya transfer Rp. 21.000,-
Penerimaan Rp. 63.097.500,-
Pengeluaran Rp. 80.420.132,-

saldo Rp. (17.322.632,-)

Bandung, September 1998
Mengetahui,
ttd                                             ttd
Paulus P. Rahardjo, Ph.D         Dr. Ir. R.W. Triweko
Ketua Panitia Reuni ‘98            Bendahara Reuni ‘98

Catatan :

Laporan Keuangan IATS periode Mei 1998 - 16 September 1998

Penerimaan
Saldo Rp. 19.288.507,-
Iuran Anggota 1 - 30 Juni 1998 Rp. 3.300.000,-
Iuran Anggota 1 - 31 Juli 1998 Rp. 2.700.000,-
Iuran Anggota 1 - 31 Agustus 1998 Rp. 675.000,-
Penjualan Direktori (per Agustus ’98) Rp. 2.265.000,-
Transfer Masuk
(pengirim tidak diketahui) Rp. 385.000,-
Bunga Bank :
Juni 1998 Rp. 379.719,-
Juli 1998 Rp. 73.287,-
Agustus 1998 Rp. 64.563,-

Pengeluaran
Sekretariat - Juni 1998 Rp. 150.000,-
Sekretariat - Juli 1998 Rp. 882.121,-
Sekretariat - Agustus 1998 Rp. 425.215,-
Sekretariat - s/d 16 September 1998 Rp. 547.479,-
Warta Alumni 4 Rp. 3.407.000,-
Menutup Defisit Reuni ’98 Rp. 17.322.632,-
Penerimaan Rp. 9.842.569,-
Pengeluaran Rp. 22.734.447,-

saldo Rp. 6.396.629,-
Bandung, 16 September 1998

Mengetahui,

ttd                                ttd
Ir. Danau Limborro     Dr. Ir. R.W. Triweko
Ketua IATS                  Bendahara

Catatan :

Bagi para alumni yang hendak membayar iuran tahunan 1999 dan seterusnya, dapat melakukan transfer ke :

Bank NISP Cabang Unpar Bandung
a/c : 017 - 130 - 00334 - 1
a/n : Ikatan Alumni Teknik Sipil

Mohon untuk melampirkan bukti transfer baik melalui pos atau fax no. 022 - 2038485. Laporan atas iuran tersebut akan dicantumkan pada Warta Alumni edisi terdekat.

Sumbangan dan Iuran dari Para Alumni s/d 16 September 1998

Sumbangan dan Iuran dari Para Alumni s/d 16 September 1998, dalam ribuan rupiah. Daftar ini diurutkan berdasarkan angkatan dan NRP.

RMA. Rubyanto A. Amidjojo

41600216

1000

Danau Limboro

41610371

200

Henri Nurtjahjo

41610422

60

Rusmono Besari

41620450

55

Ronny Dewanta

41620526

30

Theo F. Najoan

41620552

100

Gunawan Iskak

41630760

350

PTH Hutahaean

41630777

50

Andreanto Danuatmadja

41630789

100

Lanneke Tristanto

41630802

100

Pantas Hutapea

41630841

75

M. Arief Ilyas

41630940

50

Bob Walewangko

41651236

50

Ridwan Sumitomo

41651239

100

Tatang Sutardjo

41651279

50

Albert Sudarto

41671368

400

David Lantanuda

41671404

50

Hendry S. Chandra

41671430

200

Bunarto Hardjasaputra

41671437

200

Rudi Suherman Rusandi

41671439

100

Atang Soekirman

41681532

175

Freddie Lim

41681541

500

Koko Sastrasasmita

41681554

30

Hendra Kurniawan

41681555

75

Ardi Krisna

41681562

55

Wisjnu Yoga B.

41681591

100

Rusli Lukman

41681609

50

Silvia Sukirman

41681619

250

Budi Giyanto

41681684

150

Benny Djutrisno

41681697

150

Tjahyono Hadi

41691739

75

Rudy Setiadi

41691769

100

Indra Rustandi

41691808

85

Benyamin Agus T.

41701855

200

Ridwan Suwandi

41701865

150

Alfonsus P. Widjaja

41701880

200

Jeanne Sutedja

41701895

35

Teguh Hendrianto

41701920

250

Hendarto

41701924

75

Erwin Harjoto S.

41701932

285

Tilly Sohandjaja

41701945

250

Juanda Adiselo

41701948

125

Santoso Urip Gunawan

41701977

125

Soeryadedi Sastraatmadja

41701987

250

August Gunarto

41701996

35

Yan Nugroho

41702002

250

Bartholomeus Hardianto

41712033

40

Hadi Kusnadi

41712040

250

Robby Hermanto Winardi

41712041

50

Andy Sutiono

41712052

40

Herawan Laksana

41712053

50

F.X. Winarno Broto

41712084

100

Nensi Rosalina

41712096

50

Kristanto

41712096

180

Theodorus Citra W.

41712162

100

Ignatius Chen

41712163

575

Natanael Manta A.

41712169

150

Lukman Purwoko

41722236

55

A. Gunarko

41722271

150

Teddy Theodorus Regar

41722291

40

Andry Firgo

41722294

55

G.J. Winston Fernandez

41722303

45

Eddy Wibowo

41722309

55

Albertus Widjajanto

4173002

125

Wiradarma

4173005

70

Handikarta Widjaja

4173014

75

Henry Susantio

4173020

125

Agung B. Ibrahim

4173025

150

Oentojo Tjiptobusono

4173034

150

Enny Muliati

4173057

350

Budi Hardono

4173062

100

Dr. Paulus P. Rahardjo

4173078

400

Willy Lemanza

4173082

30

Winston Budiman

4173096

30

Siska Rustiani

4173109

200

Ichwan Wijono

4173118

55

Agustinus Sidharno Sutanto

4173129

250

R.W. Triweko

4173142

50

Kertahardian Salim

4174026

100

Hendry Gunawan

4174080

40

Lucia Indrawati

4174105

30

Diono Suwarno

4174108

95

Wimpy Santosa

4174120

250

Nagawanto Satrya

4175014

180

Sutikno Zainal D

4175018

50

Willianto Trisna

4175026

150

Joko Santoso

4175052

40

Andi Kristiono

4175059

55

Paulus Fandi N.

4175077

25

Theodorus Ananto Sugeng

4175130

250

Irwan Kurniadjaja

4175151

40

Metta

4175159

25

Agus Supartono

4176004

40

Agus Triyanto

4176014

55

Anastasia Sri Lestari

4176032

100

Paulus Karta

4176096

55

Kosmas Yunus Ampualam

4176107

100

Irwanto Teja

4176112

250

Djoni Simanta

4176183

75

Edi Suyanto

4177007

150

Rudianto Hardjosaputro

4177014

200

Budisusanto S

4177021

100

Andang Handaka

4177060

150

Mulianto Halim

4177136

150

Leo Ibrani

4177139

500

Edi Noto Widjaja

4177144

350

Saranto Purwoutomo

4177147

150

Martinus Wardawan

4177153

105

Johandi Lianto

4178021

90

Hendry Bastian

4178023

90

Herman Setiawan

4178027

255

Robert Robianto

4178052

250

Harry Effendi

4178068

500

Robertus Suhirman

4178074

250

Intani Samadhana

4178075

75

Adhijoso Tjondro

4178087

200

Sudioto Susilo

4178100

125

Hartono Sarwono

4178104

250

Soehartono

4178129

250

Handoyo S.

4178139

25

Budianto Tanubrata

4178148

25

Rusman Irwan

4178168

90

Benjamin J. Lawu

4179003

100

Liza Monalisa

4179009

35

Rudy Kusuma

4179019

55

Kiat Eko Prijanto

4179031

225

Hendri Solihin

4179032

55

Tetet Terahadi

4179036

80

Alpino Sigalingging

4179045

125

Josef Ch. Hermanto Subagijo

4179052

30

Hendrik Tjakra

4179054

250

Dedy Tjokrosaputra

4179055

175

Yuwono Imanto

4179061

235

Freddy Gunawan

4179109

350

Nenny Samudra

4179111

25

A. Hengky Purnomo

4179114

175

F. Gwantara Setyabrata

4179123

100

Gunawan Johan

4179140

35

Buen Sian

4179153

125

Rudi Candra

4179180

500

Safrizal Syamsu

4179186

50

Agustinus D. Supardi

4180003

200

Widjaja Halim

4180030

55

Benjamin Agus Jona

4180049

100

AL. Subagya W.

4180062

80

T.A. Iwan Irawan, MT.

4180082

50

Alvin Adhitya

4180102

50

Anthony Sofyan

4180126

100

Ali Maliki

4180133

75

Hermanu Pranjoto

4180135

35

Herman Maslim

4180143

100

Damianus Tanner

4180185

30

Bambang Bismohardjo

4180194

200

Hubertus Haryanto

4180196

75

Arif Syahrizal

4181081

155

Frans Kesuma

4181091

200

Dida Danaswara

4181105

75

Bambang Priatmono

4181111

45

D. S. Budiarto Purnomo

4181117

30

Andhika Indrakila

4181119

225

Imam Rahardjo

4181125

55

Haliyanto

4181133

250

Taufik Moelia Pane

4181144

55

Rima Iriana

4181153

130

H.UM. Setia Jaya

4181170

80

Yudhy

4181186

125

Soebrata Onggowasito

4182006

50

Budi Wijaya

4182009

55

Herman Tanri

4182019

105

Anton Soekiman

4182021

175

Erwindi

4182040

150

Ricardo Santoso W.

4182044

150

Sutan S. Hutasoit

4182070

50

Fery Hartono

4182088

100

Tjandra Halim

4182161

25

Supomo Sukarso

4183021

55

Boy Hermawan W.

4183036

55

Johnny Laurenz Tamarindang

4183041

20

Caroline Sutandi, MT

4183108

50

Windy Hanjaya

4183145

40

Bun Wei Hauw

4183168

55

Tagor Jonggi

4184057

55

Andreas Samekto P.

4184071

105

F. Setijawan

4184090

35

Nanang Karyanugraha

4184104

50

Andi Mulya

4184122

80

Harlan Chandra Jaya

4184135

125

Rudolph Pelenkahu

4184147

35

Djarot P.

4184153

50

Frans Gunawan

4184167

100

Bakti Ramadhan

4184195

125

B. Roban Sartono

4185022

50

Jong Haryanto Chandra

4185027

75

I.E. Bimo H.K. Wahono

4185039

50

Maria Christina W.

4185040

125

Maman Djajasukmana

4185047

50

Robertus Haryo

4185055

50

Raden Rachmat Saleh

4185059

50

Surjadi

4185065

75

Ian Oganarto

4185070

50

Natanael Toba

4185076

20

A. Budi Santoso

4185078

75

Djujung Tedi

4185080

50

Indra Himawan

4185089

50

Nurmansjah S.

4185090

75

Deni Dipabarata

4185107

50

Yongki Apriantoro

4185109

50

David Ivan B. Hutabarat

4185151

50

Sri Hendra Rita

4185158

30

Harsono Mintono

4185173

100

Rahardja Pagarintan

4185178

40

Erwin Mardian

4186040

200

Adi Wirawan

4186045

30

Janno

4186067

55

Sutjipto Widjaja

4186073

100

Theresita Herni

4186089

50

Inne Indriani

4186091

100

Sonny Siti Sondari

4186096

100

Rudiyanto Limanjaya

4186128

30

Reinhad Wesly H.

4186167

55

Liong Ming W.

4186169

55

Lidya F. Tjong

4186170

155

Yohanes Lim Dwi Adianto

4186176

50

Natalius L. Tobing

4187027

55

Yohanes Widjaya Sadguna

4187049

50

John Hot M.

4187055

50

Sugeng Hartono

4187085

75

Herman Tirtobudi

4187105

125

B. Eddy Lucky

4187152

35

Adhi Suryana Narto

4188003

75

Aan Heryadi

4188005

150

Irwan H. Subroto

4188015

500

Fredericus Eka W.

4188029

125

Antonius Mulyadi

4188064

100

Ina Rosnawati

4188071

75

Godeliva Yuliastuti

4188078

75

Suryawati

4188091

150

Andriyansah Y.P.

4188103

100

Widodo

4188106

175

Ruddy Moezwir

4188120

50

Lukman Hakim S

4188128

125

Tin Tin Marlina

4188133

105

Wong Foek Cong

4188181

100

Chaerul Amir B.

4188189

155

Irina Harsita

4188203

275

Daniel Ari Royce Hidayat

4189005

35

Alfie Hujiansyah

4189021

45

Bertinus Simanihuruk

4189047

100

Emir Andromeda GW

4189058

45

Moekti Ichtiarini

4189063

75

Ida Farida

4189065

50

Silvia Hartono

4189068

50

Anto Hendrianto

4189080

55

Mustika Enda Meliasari

4189096

70

Daniel R. Jenie

4189102

275

Iwan Nugroho

4189140

75

Ating Yahya

4189160

30

Daniel Kristianto K.

4190026

105

Juliani Indrawati

4190030

105

Ferry Ferdian

4190032

75

Soesanty Hoerip

4190038

30

Elpianto Kajuputra

4190039

85

El Fie Salim

4190042

25

Soeprayogi Widjaja

4190049

75

Flora Iskandar

4190050

75

Liana Widjaja

4190078

30

Danil Agung

4190088

80

Jos Martinus

4190094

50

Jenti

4190151

35

Rudijanto Tjondro

4190156

75

Nicolas Baskoro Antiarso

4190159

50

Milyandi Diza

4190190

20

Ojahan M. Oppusunggu

4190195

105

Wisnu Prastomo

4190269

100

Ardian

4190272

60

Thomas Prajoga

4190273

40

Antonius Pratomo

4190274

75

Bambang Perkasa Alam

4190284

75

Rudi Mulia

4190301

175

A. Wahyu P.

4190317

50

Oey Tek Hoei

4191001

55

Eri Royko

4191009

125

Margariet May Enggung

4191017

50

G. Ariyanto Sunusmo

4191030

55

Gunadi Ligawan

4191033

75

Anna Dewi Priamsari

4191053

30

Ignatius Wisudho

4191056

50

Lita Hadeli

4191064

50

Claudia Tini Gunawan

4191066

40

Fikry Budiman

4191078

30

Mulyawan

4191094

50

Dwi Heryanto

4191100

100

Achmad Refa Zulkarnaen

4191108

75

M.T. Dian Widyastuti

4191112

25

Dewi Irawati

4191121

35

Achmad Muzni

4191130

105

Ferie Moeljadi

4191133

100

Christian Hariady Girsang

4191171

105

Henky Osaputra

4191188

30

Yudhi Pranata

4191223

50

Heribertus Sigit S.

4191225

50

Indra Gunawan

4191228

55

Ari W.

4191230

55

Ricky Ibrahim

4191232

80

Andreas F.V.R.

4191278

50

Inge Soraya

4192003

55

Budijanto Widjaja

4192012

50

Suryanti Mulyani

4192019

75

Charles Toeante

4192030

75

Lukman Kurniawan

4192038

50

Hardi

4192040

50

Tri Basuki

4192046

100

Andreas K. Purnomo

4192050

50

Boediman Roesli

4192062

100

Johan Salim

4192064

25

Adeline Inggrisari Y

4192071

30

Denis Indriani

4192097

145

Laurens Beta Firmansjah

4192127

50

Irene Retnosari Intan

4192133

50

E. Setiawan Susanto

4192134

100

Agustinus Thamrin

4192135

100

Sumiawaty Purnama

4192153

80

Lyna Meilinda

4192157

55

Stefanus Sukarto

4192167

25

Wendi Kusumawardini

4192190

105

Irfan Darwin

4192200

35

Tonton Taufik Rachman

4192208

25

Bernard Siagian

4192217

25

Yuki Achmad Yakin

4192218

40

Kristianto Masman

4192287

30

Jono Setiawan

4192293

75

Chrystianti Arianto

4192296

25

Karminto

4192297

50

Antopio Tjengal

4192317

55

Susy

4193023

25

Hans

4193052

25

Sianne

4193074

85

Josephine Kartika Sari

4193078

50

Mia Wimala

4193086

30

Yohanes A.S.

4193121

225

Arief Wibisono Yohanes

4193159

25

Sanny Suriaty

4193176

25

Hanny Sugiarto

4193202

25

Lanny Mulyani

4193232

50

Siska Agustini

4194003

75

Dino Anggoro H.

4194014

25

Y. Djoko Setiyarto

4194020

25

Livia Yuniati

4194067

25

Indra

?

30

Anton

?

35

Adit

?

70

Selain dari nama-nama tersebut di atas, kami menerima transfer uang yang belum diketahui pengirimnya, yaitu :
Tanggal 3 Juli 1998 Rp. 250.000,- (pindah buku)
Tanggal 21 Juli 1998 Rp. 135.000,- (dari Batam)
Untuk itu kami mohon kepada alumni yang melakukan transfer tersebut dapat memberitahukan kepada kami dengan mengirimkan bukti transfer via fax.

Daftar di atas meliputi anggota yang telah membayar. Bila terdapat ketidaksesuaian dengan daftar di atas, mohon memberitahu kepada Sekretariat IATS dengan fax no. 022-2038485 atau email : iats@home.unpar.ac.id

Atas perhatian dan partisipasinya kami ucapkan terima kasih.
Berikut adalah data-data anggota IATS terbaru Sarjana Teknik Sipil tahun 1998 :

4190002 Johannes Boedi Wibowo
4190119 Agus Haryono
4190132 Edwin Christofel
4190147 Pagar Bahwan
4190259 MGS. Moh. Isnaini
4190275 Imbang Kunto Andono
4190279 Muhammad Reza Sjafel
4191012 Mintaria Tanius
4191022 B. Bambang Iskandar
4191037 Danu Diredja
4191059 Glenny Hartono
4191067 Aditya Iskandar Dwiatmaja
4191080 Renol Davitson S.
4191093 Henry Parlin Pandjaitan
4191095 Arie Sriyono
4191110 Sunarya Kurniawan
4191127 Roi Rungkadi Ismail
4191162 Jim Hendri Parluhutan Situmorang
4191179 Togi Romulus Parada Siahaan
4191222 Yohanes Don Bosco Dedy Setiawan
4191240 Zeno Amadis
4191241 Syaifudin
4191246 Soni Surialaya
4191249 Rudyanto Maruli Pasaribu
4191268 Anton Kristono
4191272 Iwan Kurniawan
4191273 Firdaus Ishak
4191280 Samuel Tampubolon
4191281 Baskita Kaban
4192016 Blessy Rahardjo
4192020 Emilianus Selo Edhy
4192024 Nurhayati Wijaya
4192063 Vincent Kohar
4192103 Imanullah Lubis
4192129 Dendy Aprianto
4192130 Andry Effendi
4192167 Stefanus Sukarto Handojo S.
4192184 Budhy Andika Pratama
4192198 Jundia Misva Aswandi
4192203 Simbolon Richard S.
4192205 Surya Hardianta
4192247 Sulaiman Budisantoso
4192300 Ryan Irnanto
4192307 Olga Lydia Hertadi
4192310 Andy Lesmana
4192313 Rachmat Muliadi
4193002 Adrianus Yose Rino
4193012 Muliawan Wijaya
4193022 Agus Suwantono
4193023 Susy
4193038 Andy Laksana Kuswadi
4193052 Hans
4193058 Natalia Gunawan
4193062 Erik Budiono
4193069 Umar Basri
4193076 Erika Suryono
4193077 Ichyan
4193094 Suwandy
4193101 Imelda Sasmita
4193105 Candra Susanto Chahyadi
4193106 Yohanes Yudhy Prihantoro
4193113 Sandra Ratnasari
4193114 Antonius Budianto W.
4193115 Henry Panenthe
4193123 Ronald
4193125 Agustoni
4193127 Tedy Permadi Susanto
4193135 Santoso
4193136 Yudi Cahyadi
4193147 Yudha Setiarto
4193149 David Laswardi
4193164 Bernard Nazara
4193167 Indrawan Siahu
4193170 Daniel Budiman Mihardja
4193180 Fakhruddin Noor
4193182 Rudi Sumarmo Hartandi
4193187 Sonny Polyanto
4193189 M. Shahreza R. Razak
4193190 Ilhamsyah Edwar
4193194 Dody Wirawan
4193199 Bernard Tjahjadi
4193203 Eko Apriyanto Adi
4193221 Imelia Nofianti H.
4193223 Tony Mashuri
4193224 R. Hanni Marliani Agustini
4193225 Sugoro Finardo Putro
4194003 Siska Agustini
4194004 Albertus Henrico Budi Winata
4194005 Christine Rosli
4194010 Affendy Sudirja
4194014 Dino Anggoro Harnojo
4194020 Y. Djoko Setiyarto
4194024 Kurniawan
4194026 Robert Bobby Tjandra
4194030 Andre Lucas Sim
4194044 Doni Dwinoto Wibisono
4194054 Lucky Wijaya
4194055 Lucky Prawiro
4194056 Ariyanto
4194058 Franciscus Kimiarto
4194062 Eriktius Dwiputra Trisnatama
4194065 Goliat Andreas
4194066 Yolia Atmadjaja
4194067 Livia Yuniati
4194069 V. Danu Sanputra
4194070 Alfred Padawangi
4194074 Christianto Adi Tanudjaja
4194075 Dicky Toha
4194078 Maria Theresia
4194081 Tantri Prameswari Kuntohadi
4194082 Shanti Mayasari
4194085 Edy Santoso
4194091 Ikhya
4194093 Tony Herlambang
4194095 Jim Brown
4194101 Agus Prajogo
4194114 Juntak
4194119 Uun
4194120 Hestiyani
4194143 Joni
4194150 Ervina Karyani
4194195 Suyatno Koesnadi
4194203 Longly
4194206 Liliana Dewi

Perubahan Alamat Email
Mulai bulan September 1998, alamat email IATS berubah menjadi : iats@home.unpar.ac.id

Kami menyarankan kepada para alumni sekalian untuk menggunakan fasilitas ini untuk menyampaikan informasi, pertanyaan, berita keluarga, ucapan selamat dan lain-lain, sehingga pengurus dapat memberikan respon lebih cepat.

Buku Direktori

Buku tersebut dapat diperoleh di sekretariat dengan biaya pengganti ongkos cetak sebesar Rp. 40.000,- ditambah ongkos kirim Rp. 5.000,- bila alumni menghendaki buku tersebut dikirimkan via pos. Pemesanan dapat dilakukan via surat, email, telepon atau fax..

Bersama ini pengurus IATS mengucapkan terima kasih kepada para alumni yang membantu dalam pendistribusian Buku Direktori tersebut, yaitu :

Bila para alumni ada yang hendak membantu pendistribusi buku direktori tersebut, dapat menghubungi sekretariat via surat, fax, email, atau telepon.

Pemasangan Iklan

Warta Alumni diterbitkan berkala, yaitu setahun 4 kali. Hingga saat ini, oplah Warta Alumni telah mencapai 2500 exemplar (sebanyak alumni yang data alamatnya up to date). Untuk saat ini Warta Alumni masih dicetak dalam 1 warna.

Dana untuk pencetakan dan penyebarluasan diperoleh dari pemasangan iklan, yang mana terbuka bagi siapa saja.

Bila berminat atas penawaran tersebut, dapat langsung menghubungi Sekretariat IATS (Ibu Amy) via pos, email, telepon, atau fax.

Adapun biaya pemasangan iklan adalah sebagai berikut :

Profil Pengurus IATS Periode 1998 - 2000

  1. Ir. Danau Limborro (Ketua Umum), seorang alumnus senior angkatan 61 yang memang aktif sejak berdirinya IATS dan merupakan Ketua IATS periode yang lalu. Pada pemilihan ketua kali ini, beliau menghendaki untuk lengser, namun banyak pihak yang meminta untuk memimpin IATS sampai dengan tahun 2000 sebagai masa transisi.
  2. Ir. Bob Walewangko, alumnus angkatan 65 ini memang seorang sangat aktif dan paham mengenai organisasi. Dalam Musyawarah Besar II yang lalu Pak Bob telah dipercaya untuk memimpin sidang yang menghasilkan AD/ART yang baru. Saat ini beliau diberi tanggung jawab sebagai Sekretaris Umum.
  3. Dr. Ir. R.W. Triweko, adalah seorang dosen Teknik Sipil (S1 dan S2) Unpar, sekaligus menjabat sebagai Pembantu Rektor IV dan Ketua Program Magister Teknik Sipil. Untunglah, meskipun kegiatannya yang sudah cukup padat, ketika Ketua Umum memintanya, alumnus angkatan 73 ini masih bersedia menjadi Bendahara Umum di IATS.
  4. Ir. Soerjadedi Sastratmadja, seorang yang tenang dari angkatan 70 dan mempunyai perhatian yang besar terhadap IATS. Kegiatannya saat ini adalah dosen pengajar di Teknik Sipil, karena itu dirasakan sangat tepat untuk mengangkat beliau menjadi Bendahara I.
  5. Ir. Lidya F. Tjong, MT., dosen pengajar di Fakultas Teknik Sipil dari angkatan 86. Saat ini beliau menjabat sebagai Sekretaris II mendampingi Bp. Soerjadedi.
  6. Ir. Rudy Suherman, MT., alumnus angkatan 67 adalah seorang dosen di Fakultas Teknik Sipil Unpar. Pada masa yang lalu, Pak Rudy pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan II Fakultas Teknik (bidang keuangan). Dalam tugasnya sebagai Bendahara I, beliau berperan aktif dalam memperbaiki sistem keuangan IATS.
  7. Ir. Lyna Meilinda, alumnus angkatan 92 yang saat ini sedang kuliah S2 di Teknik Sipil yang terkenal lincah diangkat menjadi Bendahara II membantu Pak Rudy dan Pak Triweko, dan tugasnya terutama bertanggung jawab dalam pembuatan laporan keuangan.
  8. Ir. Freddie Lim, alumnus angkatan 68 yang mempunyai pembawaan tenang dan berwibawa ini dirasakan sangat cocok menjadi Ketua I, yaitu mengurus masalah keorganisasian. Dari awalnya Pak Freddie telah mencanangkan untuk membentuk pengurus-pengurus di tingkat daerah.
  9. Ir. Freddy Gunawan, alumnus angkatan 79 ini memang sudah terkenal bertangan dingin dalam kegiatan dana dan usaha, sehingga memang tepat posisi Ketua II disandangnya. Saat ini beliau adalah dosen pengajar di Fakultas Teknik Sipil Unpar, dan sedang melakukan studi S2 Teknik Sipil di Unpar.
  10. Ir. Adhijoso Tjondro, ME., alumnus angkatan 78 ini adalah seorang dosen Teknik Sipil Unpar, sekaligus menjabat sebagai Kepala PUSKOM Unpar. Karena itu beliau sangat diharapkan untuk dapat menjadikan IATS berkembang dan mengembangkan Unpar, terutama di bidang akademis. Posisi di IATS adalah sebagai Ketua III.
  11. Dr. Ir. Paulus P. Rahardjo, seorang dosen Teknik Sipil Unpar, yang pada saat ini diserahi tugas sebagai Asisten Direktur I Program Pascasarjana Unpar. Alumnus angkatan 73 ini bersedia menjabat sebagai Ketua IV.
  12. Ir. Robertus Suhirman, alumnus angkatan 78 ini aktif dalam kegiatan-kegiatan IATS dan saat ini bekerja sebagai dosen di Fakultas Teknik Sipil Unpar. Jabatanya di IATS adalah Ketua Departemen Pembinaan Organisasi.
  13. Ir. Siska Rustiani, MT., seorang alumnus angkatan 73 yang menjadi dosen di Teknik Sipil Unpar. Setelah berulang kali menjadi Ketua Seksi Konsumsi di berbagai acara, kini beliau menjadi Ketua Departemen Pembinaan Sumber Daya Manusia.
  14. Ir. Anton Soekiman, alumnus angkatan 82 ini berperan aktif dalam acara-acara IATS, dan kini menjabat sebagai Ketua Departemen Penggalangan Dana. Kegiatannya di samping mengajar, juga sedang mendalami masalah properti dengan menjadi mahasiswa S2 Arsitektur.
  15. Ir. Irina Hasrita S.M., alumnus angkatan 88 yang supel dan manis ini adalah dosen di Teknik Sipil Unpar, dan kini menjabat sebagai Ketua Departemen Kerjasama Usaha.
  16. Ir. Andreas Franskie Van Roy, alumnus angkatan 91 yang sedang melanjutkan kuliah di S2 Unpar ini menaruh perhatian yang besar kepada adik-adik mahasiswa, untuk itu sekarang ditugasi sebagai Ketua Depatemen Pembinaan Profesi.
  17. Ir. A. Hengky Purnomo, adalah dosen Teknik Sipil Unpar angkatan 79. Saat ini menjabat sebagai Ketua Departemen Pengembangan Profesi.
  18. Ir. Herman Sarwono, alumnus angkatan 92 yang kalem dan suka komputer ini menjadi Ketua Departemen Pengolahan Data dengan harapan dapat memperbaiki sistem pendataan IATS.
  19. Ir. Charles Toeante, alumnus angkatan 92 adalah mahasiswa S2 Unpar. Saat ini membantu Ketua IV sebagai Ketua Departemen Hubungan Masyarakat.
  20. Ir. David Hutabarat, alumnus angkatan 85 ini diberi kepercayaan untuk membantu Bidang I dalam Departemen Pembinaan Organisasi.
  21. Ir. Agustinus D. Supardi, alumnus angkatan 80 ini sangat memperhatikan sesama alumni dan berperan aktif di struktur angkatan. Beliau adalah dosen di Fakultas Teknik Sipil Unpar. Saat ini beliau bekerja di bawah Bidang I dalam Departemen Pembinaan Sumber Daya Manusia.
  22. Ir. Jono Setiawan, alumnus angkatan 92 ini sangat aktif dalam keorganisasian IATS dan suka main catur, pada saat ini membantu dalam Departemen Pembinaan Sumber Daya Manusia.
  23. Ir. Gunadi Ligawan, alumnus angkatan 91 yang murah senyum ini dipercaya membantu dalam Departemen Penggalangan Dana.
  24. Ir. Suryawati, alumnus angkatan 88 ini adalah dosen di Fakultas Teknik Sipil Unpar. Membantu dalam Departemen Kerjasama Usaha.
  25. Ir. Denis Indriani, alumnus angkatan 92 yang juga merupakan Asisten Dosen di FT Unpar ini membantu di Departemen Pembinaan Profesi.
  26. Ir. Suryanti, alumnus angkatan 92 ini membantu di Departemen Pengembangan Profesi.
  27. Ir. Soeprayogi Widjaja, alumnus angkatan 90 ini membantu di Departemen Pengembangan Profesi.
  28. Ir. Josephine Kartika Sari, alumnus angkatan 93 ini membantu di Departemen Pengolahan Data. Anggota pengurus termuda ini adalah mahasiswa S2 Unpar di bidang Struktur.
  29. Ir. Sandy P. Gayasih, alumnus angkatan 92 ini membantu di Departemen Pengolahan Data. Saat ini berstatus sebagai mahasiswa S2 Magister Teknik Sipil Unpar bidang Kajian Geoteknik.
  30. Ir. El Fie Salim, MT., alumnus angkatan 90 yang baru saja menyelesaikan studinya di S2 Unpar dengan predikat cum laude ini membantu di Departemen Hubungan Masyarakat.

Bagan lengkap beserta foto Pengurus Pusat IATS kami muat pada bagian tengah Warta Alumni ini.

Program Kerja IATS

Setelah melewati beberapa kali rapat yang cukup panjang, Pimpinan Pusat IATS yang bertempat di Bandung menggariskan beberapa buah program kerja sesuai dengan masing-masing bidang, yaitu :

Ketua Bidang I :

Ir. Freddie Lim
1. Pembinaan sumber daya

a. Pendataan Anggota
b. Kaderisasi & Pelatihan

2. Pembinaan organisasi

a. Pembentukan Pengurus Daerah
b. Kunjungan Kerja
c. Persiapan Musyawarah Nasional
d. Penjajakan Ikatan Alumni Unpar
e. Pembentukan Komite Khusus untuk Yayasan IATS

3. Konsolidasi bidang opsorg

a. Rapat Rutin
b. Penunjukan Wakil Angkatan

Ketua Bidang II :

Ir. Freddy Gunawan

1. Pengumpulan iuran anggota
2. Penjualan buku - buku direktori
3. Persiapan pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA)
4. Pelaksanaan KTA
5. Pemasaran CD-Rom
6. Penjajagan menggalang usaha dengan perusahaan alumni.
A. Pasang iklan di Warta Alumni
B. Sumbangan abadi perusahaan alumni

Ketua Bidang III :

Ir. Adhijoso Tjondro, ME.

1. Ceramah per semester ke tiap-tiap Fakultas (2 x setahun)
2. Seminar Nasional
3. Bursa Tenaga Kerja
4. Mengkoordinir mahasiswa yang akan magang di perusahan milik alumni.
5. Saran & pemikiran untuk Unpar

Ketua Bidang IV :

Dr. Ir. Paulus P. Rahardjo, MSCE.

1. Mengup-date data alumni
2. Menyusun data untuk CD-Rom
3. Memperbaiki data pada Buku Direktori
4. Mengumpulkan data lengkap dari alumni baru
5. Mengembangkan home page IATS, bekerja sama dengan PUSKOM
6. Mengumpulkan dan menerima data tentang alumni dan hal-hal yang relevan
7. Menerbitkan Warta Alumni
8. Menerbitkan leaflet IATS
9. Meliput Kegiatan Pengurus Daerah (bila ada)
10. Menyusun dokumentasi
11. Bakti Sosial
12. Silahturahmi

Sekretaris Umum :

Ir. Bob Walewangko

1. Pengumpulan dan pengolahan data informasi yang dibutuhkan untuk kepentingan administrasi kesekretariatan yang menunjang kelancaran kegiatan organisasi.
2. Merumuskan dan menyusun program kerja kegiatan organisasi dalam kaitannya dengan aktivitas kesekretariatan.
3. Membuat jadwal kegiatan pertemuan/rapat - rapat pleno maupun rutin dalam kaitannya dengan kegiatan program kerja organisasi.
4. Melakukan komunikasi, baik intern maupun ekstern untuk kepentingan kelancaran organisasi.
5. Mengumpulkan dan menyusun daftar inventaris organisasi .
6. Pengadaan peralatan untuk kebutuhan kegiatan kantor kesekretariatan, antara lain komputer, fax, alat tulis, buku-buku, furniture, dan sekretaris.

Program Kerja di atas mempunyai jadwal sampai dengan tahun 2000, yaitu sampai dibentuknya kepengurusan baru.

Budget untuk semua program kerja di atas mencapai 100 juta rupiah.

Tanya Jawab

Kami mendengar bahwa reuni dibatalkan, kegiatan apa yang dilaksanakan pada tanggal 3-5 Juli yang lalu ?
Pada prinsipnya, kegiatan tetap diadakan, khususnya penyelenggaraan seminar dan Musyawarah Besar II. Sedangkan pada tanggal 5 Juli 1998 diselenggarakan acara kekeluargaan secara sederhana. Kegiatan reuni yang sebenarnya akan dilakukan pada tahun 2000.

Saya sudah memesan Buku Direktori III dan sudah melunasinya, namun mengapa saya belum menerima buku tersebut ?
Kemungkinan anda telah menyatakan akan mengambil sendiri buku tersebut, tetapi pada kenyataan tidak dilakukan, sehingga kami menahan buku direktori sampai ada instruksi lebih lanjut. Harap menghubungi Ibu Amy pada jam kerja untuk meminta pengiriman buku.

Hasil-hasil apa yang diperoleh dari Mubes II?
Hasil yang utama adalah terselesaikan AD/ART yang baru, tetapi sebagai produk samping, Mubes II telah berhasil menggalang semangat baru untuk menyongsong masa depan IATS.

Bagaimana sistem pemilihan para pengurus?
Para pengurus dipilih berdasarkan terutama kesediaan yang bersangkutan untuk membantu IATS dan mempunyai waktu sesuai dengan jabatannya. Lowongan jabatan disesuaikan dengan minat dari calon pengurus.

Bila saya berminat menjadi pengurus IATS, apa yang harus saya lakukan ?
Anda dapat menghubungi sekretariat IATS agar dapat diundang pada rapat-rapat berikutnya.

Bicara soal reformasi, apa peran IATS di dalamnya ?
IATS mendukung konsep dan idea reformasi, namun demikian sebagai organisasi dalam lingkungan kampus, IATS belum dapat berperan secara fisik atau tampil ke depan. IATS akan lebih tepat untuk menjadi suatu kekuatan moral dan tidak melakukan politik praktis.